Sejarah

 

       Bulan Juli tahun 2007 merupakan merupakan tonggak sejarah bagi arah dan pengembangan dakwah di lingkungan Kawasan Industri Batamindo, Muka Kuning – Batam, dengan di bentuknya institusi gabungan atau holding institusion dengan nama NURUL ISLAM GROUP atau di singkat dengan NIG. Institusi ini lahir dari perjalanan panjang dakwah yang ada di Muka Kuning sekitar 16 tahun yang lalu bersamaan dengan saat awal – awal berdirinya Kawasan Industri Batamindo. Para pekerja yang sangat disibukkan dengan pekerjaan di perusahaan, dengan sisa waktu yang ada namun semangat yang tinggi untuk belajar dan terus menggali pemahaman Islam, menyemarakkan kegiatan-kegiatan yang ada di masjid Nurul Islam kala itu.

       Masjid Nurul Islam yang diresmikan oleh Prof. DR. B.J. Habibie pada tanggal 26 Oktober 1991 menjadi sentral kegiatan ibadah dan dakwah yang dilakukan oleh para karyawan. Kajian ke-Islaman mulai dari belajar membaca al-Qur’an, kajian fiqih, bahasa, shalawat, hadrah, bedah buku, seminar dan pelatihan, menjadi aktifitas sehari-hari. Disamping itu, gerakan sosial juga dibangun dengan penggalangan dana dari para karyawan untuk saudara-saudara yang ada di luar kawasan Batamindo baik yang ada di batam dan sekitarnya dengan menggelar bakti sosial diantaranya memberikan santunan faqir miskin, penempatan tenaga dai atau guru-guru pengajar al-Qur’an, beasiswa, bantuan sarana pendidikan kepada lembaga-lembaga pendidikan Islam, pondok pesantren dan panti asuhan.

       Seiring dengan itu, tumbuh dan berkembang majelis ta’lim - majelis ta’lim di perusahaan-perusahaan sebagai wadah belajar agama Islam, menambah keterampilan dan aktualisasi diri para karyawan. Remaja Masjid Nurul Islam dan didukung penuh Pengurus Masjid menjadi motor penggerak aktifitas dakwah yang ada di Kawasan Industri Batamindo. Kini, keadaan dan situasi telah semakin berkembang dan maju, demikian juga dengan tantangan yang dihadapi. Menatap keadaan tersebut, para aktifis mulai melakukan perubahan baik personal maupun kelembagaan guna menghadapi tantangan ke depan yang semakin berat. Penggabungan lembaga atau holding menjadi Nurul Islam Group atau yang disingkat dengan NIG menjadi pilihan untuk meraih kekuatan dan kemajuan. NIG diharapkan mampu menjawab tantangan ke depan dengan gerakannya untuk mencapai tujuan secara berkelanjutan dengan misi besar mengemban risalah menebar kebaikan bagi sesama dan semesta alam.

       Oleh karena itu, sebuah penjelasan yang jernih dengan menggambarkan sisi-sisi Nurul Islam Group atau NIG sebagai institusi baru yang menitikberatkan kepada pemberdayaan diperlukan untuk membuka ruang-ruang pemahaman dan keakraban terhadap segala komponen masyarakat agar terjalin ukhuwah Islamiah yang harmonis.

 

LATAR BELAKANG SEJARAH


        Tidak bisa dipungkiri bahwa maju dan berkembangnya kegiatan Nurul Islam Group atau NIG yang sekarang, berawal dari aktifitas dakwah para pekerja yang ada di kawasan industri Batamindo Muka Kuning – Batam. Ditilik dari sejarahnya dapat dilihat dari beberapa periode berikut:


1991 – 2000 : PERGERAKAN
       Periode awal bagi tumbuhnya kegiatan ibadah, dakwah dan kemasyarakatan di kawasan industri Batamindo dengan motor penggerak utama Remaja Masjid Nurul Islam yang didukung penuh Pengurus Masjid Nurul Islam. Majelis ta’lim atau yang disingkat MT di perusahaan-perusahaan tumbuh dan berkembang berhimpun dengan MT - MT yang lain membentuk gabungan majelis ta’lim atau MT Gabungan. Ada 4 MT Gabungan pada periode ini, dimana MT gabungan 1 bernama manarul ilmi, ke 2 bernama ukhuwah Islamiah, ke 3 bernama fastabiqul khairat, dan ke 4 bernama miftakhul jannah. Masing-masing MT Gabungan terdiri dari 10 s/d. 12 MT dari perusahaan. Beragam kegiatan dakwah dilaksanakan, demikian juga aksi sosial ke pulau menjadi sarana syiar sekaligus aksi sosial membangun empati kepada saudara sesama muslim. Perpustakaan dan badan usaha mulai tumbuh sebagai tempat mencari referensi belajar Islam dan mencari keperluan sehari-hari para karyawan.

        Pada periode ini Masjid Nurul Islam mendapat predikat masjid terbaik untuk tingkat masjid kawasan Industri. Para aktifis Remaja Masjid yang terlibat langsung menjadi ketua yaitu M. Arifin (1991-1992), Basri (1992-1993), Aminudin (1993-1995), Zulhendra (1995-1996), Siswoyo (1996-1997), Trisno Vialdi (1997 – 1999), Moch. Arif(1999-2001).


2000 – 2007 : INSTITUSIONALISASI
         Dinamika dakwah di kawasan industri Batamindo terasa semakin bergairah dengan hadirnya tambahan 1 masjid bantuan dari yayasan amal bakti pancasila yang diberi nama Nurul Iman bertempat di Blok- N Muka Kuning.

       Seiring dengan itu dari pihak manajemen PT. BIC juga menambah 6 sarana serba guna di tengah-tengah dormitori yang akhirnya dimanfaatkan sebagai mushallah. Pengurus masjid pada periode ini berubah nama menjadi Badan Pengelola Masjid Kawasan Industri Batamindo atau BPMKIB melalui SK yang dikeluarkan oleh General Manager PT. BIC pada tahun 2000. Remaja Masjid merupakan salah satu unsur yang ada di dalam BPMKIB. MT Gabungan telah berkembang menjadi 6 MT Gabungan.

       Kendali Ketua Remaja Masjid berlanjut kepada Masruhi roy & Priyanto (2001 – 2002), Zainul Kholid (2002-2004), Elvan sutiyasa (2004-2005), Sidiq P/Adi K. (2005-2006), dan Tri Wibowo (2006-2008). Tumbuh pula unit-unit dakwah yang lain diantaranya Lembaga Amil Zakat Dana Sosial Nurul Islam atau DSNI Amanah, BMT Nurul Islam, Collection, NI’Mart, Cafe, Salon Muslimah, NI Computer, Konveksi, Gerai Makan, Koperasi Nurul Islam (KOPNI) dan Koperasi dai Khairul Ummah (Khopdaku), radio dakwah RGFM, serta lembaga pendidikan Nurul Islam atau LPNI. Sebagai entitas dakwah maka keseluruhan unit yang ada diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pergerakan dakwah selanjutnya. Masjid Nurul Islam mendapat predikat masjid terbersih se Kota Batam pada tahun 2006.


2007 – Sekarang : PENGUATAN
        Para aktifis sadar bahwa entitas dakwah yang demikian banyak terbagi dalam beragam aktifitas harus bisa disatukan dalam sebuah institusi yang akan memberikan arah dan kekuatan bagi tercapainya tujuan. Selain itu, tantangan yang semakin berat harus mendapat sikap dan tindakan yang jelas, disamping menghindari pemanfaatan jangka pendek oleh pihak-pihak lain. Oleh karena itu, institusi gabungan dengan nama Nurul Islam Group atau NIG menjadi sarana untuk mengokohkan entitas dakwah yang selama ini telah dibangun agar lebih memiliki daya manfaat bagi masyarakat.

         Sebagai entitas dakwah, NIG adalah institusi yang mengedepankan aspek pemberdayaan atau nilai tambah (added value) dalam setiap kiprahnya baik di bidang sosial kemasyarakatan, pendidikan, ekonomi, kesehatan, seni & budaya, olah raga, hukum dan seluruh sendi kehidupan, dengan basis utama kemandirian dan profesional. Para aktifis NIG sadar bahwa masyarakat harus dibangkitkan dari keterpurukannya dari segala sendi, sampai mereka mampu sejajar dengan saudaranya yang lain, memahami hak dan kewajibannya serta tugas besarnya membangun kemakmuran diatas permukaan bumi dengan senantiasa tunduk dan taat kepada ilahi rabbi.

KARAKTERISTIK DASAR


        Sebagai institusi pemberdayaan yang berhidmad terhadap dakwah, maka karakteristik dasar bagi lembaga atau institusi menjadi penting disamping menunjukkan kekhasannya juga akan memberikan kekuatan bagi NIG.
Karakteristik dasar NIG adalah:


1. Moralitas
        Komitmen moral adalah nilai yang sangat penting bagi para aktifis NIG di dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Komitmen moral yang dimaksud adalah bersumber dari nilai-nilai Islam sebagai ajaran tertinggi, dan di dalam keseharian di ikrarkan sebagai 7 prinsip aksi Nurul Islam:
 

  1. Bekerja adalah pengabdian kepada Allah.
  2. Bersikap jujur dan adil
  3. Santun dan bijaksana
  4. Cerdas dan berwawasan luas
  5. Bekerjasama penuh penghargaan
  6. Berbagai buat sesama, dan
  7. Bersyukur dengan usaha tiada henti.


Segala tindakan dan kebijakan yang dilakukan oleh NIG disandarkan atas aspek moral sebagai motivasi dan dorongan atau niat dalam bertindak.


2. Non PolitiK
        Sebagai institusi pemberdayaan dengan misi dakwah, NIG tidak boleh berpolitik praktis. Termasuk dalam cakupan ini adalah masuk dalam struktur partai, mewakili, menggalang masa dan bersikap terhadap partai. Partai bagi NIG adalah sarana untuk sama-sama menebar kebaikan kepada seluruh umat manusia. Oleh karena itu, kiprah NIG tidak boleh dibatasi oleh sekat partai meskipun partai mampu mengantar seseorang untuk duduk menjadi wakil atau pimpinan rakyat atau partai yang mengatasnamakan Islam sekalipun. NIG harus berkhidmad kepada masyarakat secara luas.

        Namun demikian, NIG harus memahami politk dan politik yang diperankan adalah high politic, dengan turut serta mengangkat harkat masyarakat lebih berdaya lepas dari kubangan kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan sekaligus menegakkan risalah.


3. Non Golongan atau Aliran
        Kesejahteraan adalah hak setiap orang tidak peduli apapun golongan ataupun alirannya. Keberpihakan kepada salah satu golongan atau aliran akan membangkitkan kecemburuan atau kesakit-hatian golongan atau aliran yang lain. Beragamnya golongan dan aliran adalah karunia bahkan akan kelihatan indah sekiranya semuanya bisa menyadari akan keadaannya masing-masing. Persoalan besar yang menghadang di depan tidak akan bisa dipecahkan hanya oleh satu golongan atau aliran, melainkan harus bersama-sama sesuai dengan spesifikasi dan kemampuan masing-masing. Oleh karena itu, NIG harus berdiri disemua golongan dan aliran, kecuali golongan atau aliran yang jelas-jelas sesat menurut syareat Islam.


4. Netral
        Netral tidak berpihak akan menjadikan NIG berada pada posisi bebas. Kebebasan ini dibutuhkan agar NIG bisa berhubungan kepada siapapun tanpa harus ada ikatan-ikatan yang akan mengecilkan peran dan kontribusi NIG sendiri. Dan, sebaliknya keberpihakan akan menjadikan NIG terpasung kepada kepentingan tertentu. Dan ini jelas menyalahi misi penegakan risalah yang tidak memandang latar belakang, warna kulit, bahasa, adat istiadat, dan bahkan agama karena risalah berlaku untuk semua baik manusia maupun semesta.


5. Semangat
       Sasaran dan target yang sesungguhnya dari NIG adalah kesudahan saat perjumpaan dengan ilahi rabbi. Pelaksanaan tugas sehari-hari adalah sarana ikhtiar dalam merengkuh ridha ilahi rabbi, apapun hasilnya yang diberikan Allah di dunia ini patut disyukuri. Kehidupan aktifis NIG adalah perjuangan demi tegaknya wibawa umat dan masyarakat pada umumnya. Tegak diatas landasan dakwah inilah, semangat dikobarkan untuk meraih cita-cita masa depan yang gemilang, kembalinya kejayaan Islam dan umatnya.

PRINSIP DASAR
        Dalam rangka mewujudkan tujuan-tujuan yang ditetapkan serta untuk memenuhi tuntutan atas realitas yang melingkupi kehidupan masyarakat, maka NIG mendasarkan titik tolak pergerakannya dalam prinsip-prinsip dasar yang juga sebagai harapan terwujudnya keadaan masyarakat diatas prinsip=prinsip dasar tersebut.


1. Mandiri
         Kemandirian menjadi aspek penting karena harkat NIG akan mulia dengan kemandirian. NIG harus mampu berdiri diatas kaki sendiri tanpa harus tergantung kepada siapapun. Sikap mandiri akan membuka ruang untuk bekerja keras, terus berjuang, saling membantu dan menolong serta bersinergi kepada siapapun untuk bersama-sama keluar dari masalah-maslah yang membelit. Kemandirian tidak hanya berhenti kepada NIG sebagai lembaga, akan tetapi harus pula tercermin dalam kegiatan-kegiatan atau program yang dijalankan. Lebih dari itu, tujuan akhirnya adalah tumbuhnya kesadaran dan perilaku masyarakat dari ketergantungan atau dengan kata lain bangkitnya masyarakat mandiri terbebas dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan yang dimusuhi oleh semua manusia.


2. Profesional
         Pengelolaan yang profesional adalah tuntutan yang harus dimiliki oleh NIG. Profesionalitas di dalam pengelolaan akan melahirkan efisiensi, meningkatkan produktifitas, pelayanan yang paripurna dan peningkatan citra lembaga di mata masyarakat. Pengelolaan yang terencana, cermat, detail, terlaksana, terkendali dan adanya evaluasi serta perbaikan terus menerus menjadi kebutuhan disamping tuntutan. Profesional menjadi standard pelaksanaan bagi setiap kiprah NIG.


3. Pemberdayaan
        Esensi dari setiap program atau kegiatan NIG adalah pemberdayaan atau dengan kata lain memberikan nilai tambah atau value added dari seluruh aspek kehidupan. NIG harus tampil menjadi institusi yang mendorong dan membangkitkan siapapun dari keterpurukan menjadi lebih berdaya, memiliki daya tahan dan daya saing tinggi. NIG harus menjadi penggerak meningkatnya kapasitas masyarakat dalam berbagai bentuknya sehingga menumbuhkan modal sosial yang sangat penting bagi ketahanan masyarakat dari segala sendinya.


4. Sinergi
        Kekuatan lebih besar akan lahir bila dibangun dengan semangat bersama-sama dan bahu membahu guna memecahkan masalah yang ada. Sinergi menjadi pilihan dan tuntutan bagi NIG untuk berkiprah saling mengisi dan menutupi ruang-ruang kekurangan masing-masing serta memaksimalkan potensi sehingga diperoleh daya juang dan hasil yang tinggi. Sinergi adalah amal jama’i yang harus senantiasa dilakukan oleh NIG guna memaksimalkan peran dan hasil yang akan dicapai. Oleh karena itu, NIG harus menstimulir lahirnya aksi bersama dalam semangat sinergi dengan segenap komponen masyarakat dalam berbagai bentuknya seperti program, manajemen, dan kelembagaan.

Get the Flash Player to hear this stream.