Apakah wakaf bisa menggantikan Zakat..?

Wakaf adalah perbuatan hukum seseorang atau kelompok orang atau badan hukum yang memisahkan sebagian dari benda miliknya dan melembagakannya untuk selama-lamanya guna kepentingan ibadah atau keperluan umum lainnya sesuai dengan ajaran agama Islam. Adapun mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum wakaf adalah sunnah muakkadah (sunnah yang dianjurkan).

Sedangkan  zakat adalah jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya yang meliputi 8 asnaf sebagai surat Attaubah ayat 60, serta waktu dan tarif/besaran menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syariah Islam.

Jika mencermati dari definisi diatas, ada perbedaan yang cukup mendasar antara wakaf dengan zakat, jika wakaf hukumnya adalah sunnah sedangkan zakat adalah wajib. Disamping itu, besaran wakaf, kemudian kepada siapa dan jumlahnya berapa tidak ditentukan. Berbeda dengan zakat yang dari jumlah, penerima dan waktunya ditentukan secara detail. Artinya, dari penjelasan ini sudah cukup jelas bahwa seberapapun besarnya harta yang diwakafkan tidak bisa menggantikan kedudukan zakat yang bersifat wajib.

Jika seseorang ingin berwakaf, maka hendaklah untuk menunaikan kewajibannya berupa zakat terlebih dahulu. Sama halnya dengan ibadah sholat, tidak diperkenankan seseorang melaksanakan sholat sunnah sebanyak-banyaknya akan tetapi dengan waktu bersamaan meninggalkan sholat yang wajib. Dengan sedikit penjabaran mengenai  wakaf ini, paling tidak kita bisa memahami seperti apa kedudukan wakaf jika dikaitkan dengan zakat. Wallohu A’lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Selamat Datang,Ada yang bisa kami bantu?
Assalamu'alaikum,
Silahkan bertanya kepada kami. Kami Siap membantu anda
Powered by
%d blogger menyukai ini: