KEINDAHAN DI PONPES AGRO

Salah satu sifat dan sikap yang harus di jauhi oleh semua umat baginda Nabi Muhammad Saw,
Adalah sifat dan sikap Iri terhadap orang lain,
Sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Allah Swt di dalam Al-Qur’anul karim :
وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ ۗ لِلرِّجَالِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوْا ۗ وَلِلنِّسَاۤءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ ۗوَسْـَٔلُوا اللّٰهَ مِنْ فَضْلِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا
Dan janganlah sekali-kali kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan oleh Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain.
(Karena) bagi laki-laki ada bagianya, dari apa-apa yang sudah mereka usahakan,
Dan bagi perempuan pun ada bagianya
dari apa-apa yang sudah mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunianya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu.
( Surat An-Nisa’ 32 ).
Tetapi tidak semua Sifat dan sikap iri itu dilarang,
Ada dua macam yang disebutkan oleh Junjungan Kita Baginda Nabi Muhammad Saw,
Tentang adanya sifat dan sikap iri terhadap orang lain, yang justru itu boleh dimiliki Umat baginda Nabi Muhammad Saw.
Sebagaimana yang pernah di Riwayatkan oleh Sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu,
Bahwasanya Nabi pernah berkata kepadanya :
لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِى اثْنَتَيْنِ
رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِى الْحَقِّ
وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ ، فَهْوَ يَقْضِى بِهَا وَيُعَلِّمُهَا
Tidak boleh seseorang itu iri , kecuali kepada dua orang yang di sebut oleh Junjungan Kita Nabi Muhammad Saw.
yang pertama : orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan.
Yang kedua : Orang yang Allah beri karunia berupa ilmu (Al Qur’an dan As Sunnah),dan ia menunaikan dan mengajarkannya.
[HR. Bukhari no. 73 dan Muslim no. 816]
Pertanyaannya :
Mengapa Rasulullah Saw hanya membolehkan iri hati terhadap kedua kelompok orang ini,
Menurut dari kalangan Ulama’-ulama’ Ahli Hadits,
Ini memberikan salah satu motivasi untuk umat agar gemar membaca Al Qur’an dan bersedekah, karena kedua ibadah ini merupakan ibadah yang amat mudah ditinggalkan.
Banyak sekali umat Islam yang buta aksara Al-Qur’an atau tidak mahir dalam membaca Kitab
Al Qur’an, namun mereka membiarkan diri larut dalam kebutaan aksara Al Qur’an.
Mereka juga enggan belajar kepada Guru-guru ngaji Al-Qur’an dengan alasan kesibukan atau malu di karenakan faktor usia.
Demikian pula, banyak umat Islam yang diberikan keluasan rezeki, namun mereka sulit dan berat untuk melakukan sedekah di jalan Allah,
Meraka ada yang beralasan karena banyaknya kebutuhan, atau berbohong tidak ada uang padahal mereka-mereka berharta dan ber uang.
Sifat iri hati di dalam kebaikan menjadi ciri khas
para Sahabat-sahabat Nabi yang selalu memberikan Motivasi dalam kebaikan.
Tak jarang, setiap kali Rasulullah Saw melakukan lelang dari pada kebaikan, sebagaimana di ceritakan bahwa Para sahabat Nabi Muhammad saling berlomba-lomba dan saling berebutan
untuk menjadi pemenangnya.
Dalam sebuah riwayat lain dikisahkan dari Anas bin Malik bahwa ada seorang lelaki Anshar yang datang menemui Rasulullah Saw untuk meminta sesuatu.
Kemudian Nabi bertanya kepadanya,
“Apakah di rumahmu tidak ada sesuatu ?”
Lelaki itu menjawab, “Ada. Dua potong kain,
Satu kain untuk dipakai dan satu potong lagi untuk alas duduk,
Serta cangkir untuk meminum air.”
Kemudian Nabi berkata, “Kalau begitu, bawalah kedua barang itu kepadaku.”
Lelaki itu pun datang membawa kedua potong kainnya. Lalu Nabi melelang, dan nabi berkata
“Siapa yang mau membeli barang ini?”
Salah seorang sahabat menjawab,
“Saya mau membelinya dengan harga satu dirham.”
Kemudian Nabi bertanya lagi,
“Ada yang mau membelinya dengan harga yang lebih mahal ?”.
Nabipun menawarkannya hingga dua atau tiga kali. Tiba-tiba ada salah seorang sahabat berkata,
“Aku mau membelinya dengan harga dua dirham.” Maka Nabi Muhammad Saw, Memberikan dua potong kain itu kepadanya dan beliau mengambil uang dua dirham itu dan memberikannya kepada lelaki Anshar tersebut.
(HR Ahmad,Abu Dawud,an-Nasa`i, dan at-Tirmidzi).
Mengenai hal ini kita teringat dengan Firman Allah Swt di dalam Al-Qur’anul Karim :
سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آَمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
Berlomba-lombalah kamu kepada Allah untuk mendapatkan dari pada ampunan dan Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan Surganya yang sangat lebar selebar langit dan bumi, yang sudah disediakan untuk orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasulnya. Itulah karunia Allah, yang diberikanya kepada siapa-siapa yang dikehendakinya.
dan Allah mempunyai karunia yang besar.
(QS. Al Hadiid: 21).
0Shares