PONDOK PESANTREN AGRO

Di tengah-tengah masarakat kita
Kadang-kadang ada yang bertanya tentang
bagaimana hukum menggunakan Zakat, apakah boleh Zakat itu di Alokasikan ke bangunan.
REDAKSI PPA MENCOBA UNTUK MENJAWAB
_____________________________________________
Para ulama berbeda pendapat tentang penggunaan dana zakat untuk pembangunan, misalnya pembangunan Asrama,Sekolah,Madrasah,Jalan, Rumah Sakit atau Masjid.
Perbedaan pendapat ini bersumber dari perbedaan penafsiran tentang kata في سبيل الله
Pendapat pertama :
melarang penggunaan dana zakat untuk pembangunan Madrasah, Asramah, Jalan-jalan, Rumah sakit ataupun Masjid.
Sebab, menurut sebagian ulama’ kata في سبيل الله berarti berperang di jalan Allah swt.
Di samping itu, kata انما merupakan kata awal dari ayat yang memiliki fungsi hashr dan itsbat yakni pembatasan cakupan dan penetapan dari pada hukum.
Sehingga kata في سبيل الله tidak bisa ditafsirkan dengan semua bentuk kebaikan.
Karena sebagian dari kalangan para ulama’
juga berhujjah bahwa makna suatu kalimat dalam Al-Qur’an harus ditafsirkan sesuai dengan
Pengertian kalimat tersebut pada waktu turunnya dari pada ayat.
Pendapat yang pertama ini adalah pendapat sebagian besar dari kalangan ulama’.
Pendapat kedua :
Boleh menggunakan dana zakat untuk Sekolah, Asrama pondok, Madrasah atau Masjid. Menurut pandangan-pandangan mereka yang menafsirkan kata في سبيل الله
Yang mencakup semuanya
yang memiliki nilai-nilai dari pada kebaikan.
Hal ini merupakan salah satu pendapat yang kedua yang merupakan pendapat Imam Ar-Razi dan Imam Al-Kasani. Sedangkan Syaikh Rasyid Ridha dan Syaikh Mahmud Syalthut menafsirkan
dari kata في سبيل الله dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan kemaslahatan umum dari pada umat muslim.
Pendapat ketiga :
Boleh menggunakan dana zakat untuk pembangunan Asrama, Madrasah, Sekolah,
atau Masjid ketika dalam keadaan darurat.
Tetapi Hukum asalnya tidak boleh menggunakan dana zakat untuk tempat ibadah ini.
Hanya saja, zakat dapat digunakan untuk membangun masjid pada saat :
1) Ketika tidak ada dana lain untuk membangun tempat ibadah tersebut selain dana dari zakat.
2) Ketika belum ada Masjid sedangkan kebutuhan Masjid sangatlah dibutuhkan,dengan catatan kebutuhan-kebutuhan dari pada fakir miskin yang terdekat sudah terpenuhi,
Serta Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat saja, akan tetapi juga berfungsi untuk menegakkan Amar ma’ruf Nahi Mungkar
dan memperjuangkan dari pada agama Allah.
Kesimpulan :
Menurut pandangan kami, pendapat yang ketiga tentang zakat untuk Sekolah, Madrasah, Asrama Pondok atau Masjid in, harus memiliki suatu landasan yang sangat cukup dan kuat.
Pendapat ini tidak mengeluarkan kata في سبيل الله
dari makna berperang di jalan Allah
atau memperjuangkan agama Allah.
Syaikh Yusuf Al-Qardhawi menguatkan pendapat yang ketiga ini.
Boleh menurut pendapat yang dikutip oleh salah satu Imam bernama Imam al-Qoffal dari sebagian fuqaha.
تفسير النووى ج ١ ص ٣٤٤
ونقل القفّال عن بعض الفقهاء أنّهم أجازوا صرف الصدقات إلى جميع وجوه الخير من تكفين الموتى وبناء الخصون وعمارة المساجد لأنّ قوله تعالى وفى سبيل الله عامّ فى الكلّ.
Tetapi sebaliknya
Diantara alasan lain yang menguatkan pendapat, tidak boleh menyalurkan dari pada zakat untuk pembangunan Sekolah, Asramah, Madrasah ataupun Masjid adalah faktor tamlik yakni
sifat memiliki.
Dan masjid tidak bisa memiliki. Sebagaimana keterangan yang terdapat dalam Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah
أنه لا تمليك فيها؛ لأن المسجد ونحوه لا يملك، وهذا عند من يشترط في الزكاة التمليك
Masjid tidak memiliki sifat tamlik. Karena masjid atau gedung semacamnya tidak bisa memiliki.
Ini menurut ulama yang mempersyaratkan penerima zakat harus tamlik yakni kemampuan memiliki. (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah, 23/329).
Dalam Hasyiah Ar-Raudh dinyatakan juga dalam suatu pendapat mengenai tentang Zakat
قال الوزير وغيره: اتفق الأئمة على أنه لا يجوز ولا يجزئ دفع الزكاة في بناء مساجد، وقناطر ونحو ذلك، ولا تكفين موتى ونحوه، وإن كان من القرب، لتعيين الزكاة لما عينت له
Al-Wazir dan lainnya mengatakan :
Para ulama sepakat bahwa tidak boleh dan tidak sah memberikan zakat untuk pembangunan masjid, jembatan atau yang lain-lainnya.
Tidak boleh pula untuk biaya mengkafani mayit yakni jenazah atau semacamnya, meskipun jenazah itu adalah kerabat. Agar adanya zakat itu betul-betul diberikan atau di salurkan kepada pihak yang telah ditentukan. (Hasyiyah Ar-Raudhul Murbi’, 3/309).
Dan Fatwa dari Imam Ibnu Baz
Bahwa Imam Ibnu Baz termasuk ulama madzhab hambali yang menguatkan dari pada pendapat yang mayoritas ulama,yang tidak boleh menyalurkan dari pada Zakat untuk pembangunan masjid.
Dan beliau ketika ditanya tentang hukumnya menyalurkan dari pada zakat untuk aktivitas masjid, maka beliau menjelaskan dan menegaskan :
المعروف عند العلماء كافة ، وهو رأي الجمهور والأكثرين ، وهو كالإجماع من علماء السلف الصالح الأولين أن الزكاة لا تصرف في عمارة المساجد وشراء الكتب ونحو ذلك ، وإنما تصرف في الأصناف الثمانية الذين ورد ذكرهم في الآية في سورة التوبة وهم : الفقراء ، والمساكين ، والعاملون عليها ، والمؤلفة قلوبهم ، وفي الرقاب ، والغارمون ، وفي سبيل الله ، وابن السبيل .
Yang makruf di kalangan ulama seluruhnya,
Dan ini nerupakan pendapat mayoritas ulama,
dan pendapat ini seperti ijma’ yakni suatu kesepakatan yang sudah di tentukan dikalangan Para Ulama’ – Ulama’ di masa silam,
bahwa zakat ini tidak boleh digunakan untuk kegiatan ketakmiran Masjid,
Membeli buku islam, atau semacamnya.
Namun hanya boleh disalurkan untuk delapan golongan yang telah Allah sebutkan dan Allah tentukan sebagaimana yang terdapat
di surat At-Taubah, mereka adalah
Fakir,
Miskin,
Amil,
Muallaf,
Pembebasan budak,
Orang yang kelilit utang,
Sabilillah, dan ibnu sabil / Musafir.
Selanjutnya, Imam Ibnu Baz melanjutkan penjelasan beliau, siapakah في سبيل الله
وفي سبيل الله تختص بالجهاد . هذا هو المعروف عند أهل العلم وليس من ذلك صرفه في تعمير المساجد ، ولا في تعمير المدارس ، ولا الطرق ولا نحو ذلك . والله ولي التوفيق
Untuk fi sabilillah, khususnya kegiatan jihad.
Inilah yang makruf di kalangan ulama. dan tidak termasuk fi sabilillah, menggunakan zakat untuk kegiatan-kegiatan Masjid atau kegiatan Madrasah, Membangun jalan atau semacamnya.
Menyadari hal ini,
Tentunya kita yang ada di PPA harus bahkan Wajib untuk bersikap hati-hat, dan yang perlu kita kedepankan adalah tidak menyalurkan zakat kita untuk pembangunan Masjid atau Rumah sakit islam, apalagi untuk kegiatan ormas-ormas islam.
Di sana sini masih yang kita lihat masih banyak Orang-orang yang sangat miskin dan sangat faqir yang mana mereka ini sangat menantikan dari pada zakatnya anda.
خِيَارُكُمْ مَنْ أَطْعَمَ الطَّعَامَ وَرَدَّ السَّلَامَ
Sebaik-baiknya orang di antara kalian semua
Adalah orang yang memberikan makanan dan menjawab dari pada ucapan salam.
والله اعلم بصواب
0Shares